Bila Suami Tidak Mau Shalat

Bila Suami Tidak Mau Shalat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya mohon bantuannya, sebelum menikah saya mengenal suami saya sebagai orang yang rajin shalat, tapi setelah menikah, suami saya jarang shalat, bahkan hampir tidak pernah. Hanya jika dia merasa kesulitan dalam menjalani hidup, dia shalat.

Mohon saya dibantu, apa yang harus saya lakukan? Sudah berkali-kali ketika adzan berkumandang, saya mengingatkannya untuk shalat, tapi dengan berbagai alasan, intinya malas, dia tidak mau shalat. Mohon sarannya, terima kasih. (Hera)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
اللَّهُمَّ صَلِّي وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَ هُدًى

Saudariku Hera, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya pada diri Anda atas upaya yang telah Anda lakukan agar suami Anda kembali menjalankan shalat lima waktu seperti dulu.

Hidup berumah tangga sesungguhnya adalah ujian. Bahkan, hidup ini secara keseluruhan adalah ujian dari Allah untuk menilai hamba-hambaNya, siapa yang terbaik amalnya. Maka ketika istri yang shalihah mendapati suaminya jauh dari Allah, itu adalah ujian baginya, bagaimana ia menyikapinya dan mempersembahkan amal terbaik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula ketika suami yang shalih mendapati istrinya jauh dari Allah, itu adalah ujian baginya.

Apa yang terjadi pada suami Anda membuktikan bahwa iman itu naik dan turun. Dan seperti yang Anda ceritakan, dengan meninggalkan shalat berarti turunnya iman itu sangat parah hingga ke level paling bawah.

Bagaimana agar suami Anda kembali menunaikan shalat lima waktu seperti dulu?

Ingatkan bahwa shalat adalah rukun Islam.

Anda sudah mengingatkan suami tetapi belum berhasil? Cobalah mengingatkannya kembali dan jarang pernah bosan. Ingatkan bahwa shalat adalah rukun Islam yang kedua, yang jika ditinggalkan secara sengaja bisa menyebabkan seseorang menjadi kafir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Batas antara seseorang dan kekafiran itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perbedaan antara kami dan mereka adalah shalat. Oleh sebab itu, barangsiapa meninggalkannya, berarti ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Ashhabul Sunan)

Ingatkan pula bahwa shalat adalah amal utama, yang pertama kali dihisab di akhirat kelak. Jika shalatnya baik, amal yang lain akan baik pula. Jika shalatnya jelek, amal yang lain akan jelek pula.

إن أول ما يحاسب به العبد صلاته فإن صلحت صلح سائر عمله وإن فسدت فسد سائر عمله

“Amal yang akan dihisab pertama kali dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, baik pula seluruh amalnya. Jika buruk shalatnya, buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)

Ingatkan suami, pada waktu yang tepat, mungkin saat santai atau hendak tidur, tidak hanya mendekati waktu shalat. Tentu dalam mengingatkan suami ini harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar peluang diterimanya nasehat lebih besar.

Katakan kepada suami, Anda sangat mencintainya.

Apa hubungannya? Seringkali, suami akan tersentuh dengan kata-kata cinta dari istrinya daripada kata-kata nasehat. Maka carilah saat yang tepat lalu ungkapkan betapa Anda sangat mencintainya. Karena cinta, Anda ingin menjadi istrinya selamanya; di dunia dan juga di surga. Karena cinta, Anda sangat menginginkannya jadi imam bagi Anda dan anak-anak Anda. Dan yang dapat mengikat suami istri hingga ke surga adalah jika keduanya shalat. Yang menjadi syarat suami sebagai imam sejati adalah shalat.

Katakan kepada suami betapa Anda sangat mencintainya dan karenanya Anda menginginkannya kembali menunaikan shalat lima waktu. Anda tidak mau kehilangan dia, karena betapapun baiknya amal seorang muslim, tanpa menunaikan shalat semuanya menjadi sia-sia. Katakan bahwa Anda sangat merindukannya kembali seperti dulu, ketika suami mengerjakan shalat. Katakan bahwa tidak ada hal yang lebih membahagiakan Anda, kecuali melihatnya istiqamah menunaikan shalat. Jika Anda mengatakannya dengan sungguh-sungguh, dari lubuk hati yang paling dalam, dengan penuh cinta, bahkan dengan keluar air mata sebagai buktinya, insya Allah suami Anda akan lebih tersentuh.

Letakkan buku “nasehat shalat” di rumah.

Terkadang, seorang suami gengsi dinasehati. Ada suami yang kadang ketika mendapatkan masukan dari istrinya dia tidak mau menerima, tetapi saat ia mendapatkan masukan dari sumber yang dianggapnya ‘netral’ dan tidak mengurangi wibawanya, ia akan menerimanya. Jika suami Anda termasuk tipe ini, cobalah membeli buku tentang shalat, fadhilah/keutamaan shalat atau ancaman bagi orang yang tidak shalat. Anda bisa meletakkannya di tempat yang mudah ditemukan suami Anda. Mungkin di kamar atau di mana. Bisa jadi saat ada Anda, dia tidak menyentuhnya. Namun saat Anda tidak di rumah, ia akan tertarik untuk membacanya.

Ajak ke pengajian atau ulama yang diseganinya.

Ada pula tipe suami yang tidak bisa dinasehati istri, malas membaca buku, tetapi jika mendapat nasehat dari ulama atau ustadz yang diseganinya, ia akan mengikutinya. Nah, jika suami Anda termasuk tipe ini, ajaklah ia ke pengajian atau ke rumah ulama tersebut untuk mendapat nasehat. Tentu, sebelumnya Anda harus tahu siapa ulama atau ustadz yang berpengaruh terhadap suami Anda.

Ingatkan tentang anak-anak.

Seringkali ada orang yang memiliki perilaku buruk, ia menghentikannya agar anak-anaknya tidak menirunya. Anda bisa mengingatkan suami Anda, bahwa ia adalah imam sekaligus kebanggaan anak-anak. Apakah ia tidak ingin memiliki anak-anak yang shalih? Atau sebaliknya, ia ingin anak-anaknya menirunya tidak shalat? Semoga ia tersentuh dengan hal ini.

Doakan.

Ini adalah senjata pamungkas orang-orang yang beriman. Meskipun pamungkas, bukan berarti baru digunakan setelah langkah yang lain tidak berhasil. Tidak. Ia justru harus dimulai sejak sekarang. Doakan suami terus menerus, terutama di waktu-waktu yang mustajab. Setiap selesai shalat lima waktu, pada sepertiga malam yang terakhir setelah tahajud, pada waktu berbuka, dan sebagainya. Yakinlah bahwa hanya Allah Yang Maha Kuasa Membolak-balikkan hati manusia. Yakinlah bahwa Allah-lah yang Maha Pemberi petunjuk. Mintalah kepadaNya agar Dia memberikan petunjuk dan hidayah kepada suami Anda untuk kembali menunaikan shalat fardhu lima waktu.

Sumber : Webmuslimah.com

Iklan

Posted on Juni 27, 2014, in Muslimah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: